Bukan iwan yang itu

Namanya iwan
Asalnya malang
Orangnya sedikit chubby
Pake kacamata
Itulah kesan pertama pas aku ngeliat seseorang yang duduk di kursi itu, kok mirip iwan temenku smk ya? Tapi bukan, yang ini bukan iwan yang itu, yang ini memang dari malang chubby dan berkacamata tapi dia adalah penulis buku xerografer.
Malam itu di acara bursa buku murah yang diadakan di gedung soetarjo ada acara bedah buku xerografer, penulisnya dateng langsung dari malang, ngobrol2 tentang buku pertama yang ditulisnya. Xerografer ini sejenis buku cerita pribadi yang sedikit dibumbui cerita-cerita fiksi. Ceritanya tentang seorang tukang fotokopian perpustakaan (aslinya si penulis memang benar-benar petugas fotokopi di perpusnya unibraw) yang menceritakan bagaimana pekerjaannya, enak ga enaknya jadi tukang fotokopi, senang sedihnya dan perjuangan cintanya (tetep yah).

Buku ini sebenarnya terbit dah lama, kalau ga salah aku belinya barengan sama radikus makankakus, nah berhubung aku sudah baca bukunya kita (aku sama si iwan ini) ngobrol2 agak lama. Pertama aku jatuh cinta sama judulnya, aneh aja xerografer, sampulnya juga unik, apalagi kata-kata di sampul belakangnya tuh puitis banget dan bisa ngena makjlep, jadilah aku membeli buku ini, apalagi tau kalau penulisnya orang malang, sok-sok ada ikatan sama malang gitu
Pas baca bukunya, awalnya sih bagus, lucu juga, bisa tahu gimana pegelnya jadi tukang fotokopian, gimana pedesnya mata kena sinar mesin fotokopi, sakitnya jari tangan karena tajamnya kertas, dan gimana penderitaannya pas dicaci maki orang yang mo fotokopi. Kebetulan jaman-jaman itu aku jadi tukang fotokopi, bukan seperti diceritakan di buku ini, tapi biasanya aku diserahi materi dari dosen untuk difotokopi dan dibagikan ke anak sekelas, jadinya pas nunggu selesainya fotokopi aku ngeliatin mas tukang fotokopinya, dia ngerasain juga ga yah apa yang ditulis dalam xerografer, lumayanlah jadi bisa sedikit menghargai profesi seorang tukang fotokopi.
Dilihat dari sinopsis cerita disebutkan kalau ini curhat colongan tukang fotokopian, aku kira ada orang yang fotokopi curhatannya terus dikumpulkan sama penulis, tapi ternyata ini benar-benar curhat tukang fotokopian, meski agak ”nggletek” juga akhirnya, soalnya diakhiri dengan cerita hubungan cewek cowok yang digantung (halah), jadi kesan tukang fotokopinya kurang nendang di bagian belakang
Nah selama acara itu aku duduk sama arnis, kenalan anak FKIP unej. Dia bolak-balik komentar penulisnya autis, maksudnya? Dia bilang kalau penulisnya pendiam, untung mas TEPE, pembawa acaranya bisa bikin rame suasana, coba kalo penulisnya sendirian aja pasti udah mati gaya, ya maklum dong dia kan awalnya tukang fotokopian terus sekarang disuruh bicara di depan banyak orang, agak grogi kali. Tapi salut buat mas iwan, meski tukang fotokopi dia bisa nulis buku, bisa jadi pemacu semangat juga nih, masak kalah sama tukang fotokopi ya.
Selain nulis buku, si penulis ini juga punya blog, di nawi.multiply.com dan iwan.wordpress.com, penasaran dong gimana sih isi blognya, serame radityadika.com kah (yang bikin aku bawa pulang tas dan buku gratis). Di sela-sela praktikum grafkom aku buka-buka 2 blog itu, lah kok bahasa inggrisan, pas liat aboutnya lah kok lulusan SMK telkom Sandhy Putra Malang, lulus tahun 2004 lah kan anak angkatan 10 ya? Mestinya aku kenal (ga mungkin), ya meski ga kenal maksudnya pernah tahu wajahnya, tapi ternyata di situ ada foto yang punya blog dan ternyata oh arek iku aku yo ngerti, bukan iwan si xerografer
Nah nyari2 xerografer via mbah google, ketemu deh siapa penulis sesungguhnya, namanya itu bukan iwan tapi ihwan, kemana ilangnya huruf ” h ”, apakah mengalami gejala peleburan huruf? Apa telingaku yang melebur, parah-parah, tapi gapapa yang penting blog si xerografer dah ketemu, ihwan.wordpress.com dan nawhi.multiply.com
Jadi bukan iwan yang itu, tapi i(h)wan si xerografer.

Satu Tanggapan ke “Bukan iwan yang itu”

  1. Ooo….kamu yang komen nggelethek itu ya?
    thanks ya udah ditulis di blog segala….:)

    si Arnis itu yang pake baju ungu yo?
    emang betul yang dia bilang, aku emang aslinya pendiem. tapi kalo udah comfy ama orang yang diajak ngobrol bisa ‘bocor’ juga kok.

Tinggalkan Balasan