Adik kandungmu ta?
Siang itu ada mbak I ngajak temannya nonton film di kosku. Sambil siap2 nyari posisi dan milih2 mo nonton film apa salah satu teman mbak I menanyakan sesuatu
Mbak R : sek sek ndah, iki adikmu? (dengan nada ngerem)
Mbak I: iyo
Mbak R: adik kandung?
Mbak I: iyo,lah adik opo maneh
Mbak R: tak kiro adek sepupu ta ponakan
Aku: lak perlu adike tonggo mbak
Mbak I: yo adek kandung lah
Dan tawa memenuhi kamar kosku, meski mbak R masih tetap dengan ekspresi wajah nggak percaya dikiranya kita ngerjain dia
Aku cuman bisa manyun, ini terjadi mungkin untuk yang keseribu satu kali, banyak orang yang nggak percaya kalau aku adalah adiknya mbak I ataupun mbak E, yang jelas-jelas adalah kakak kandungku, dilahirkan dari satu ibu, punya ayah yang sama, pulang kampungnya masih serumah, uang saku tiap bulanpun dari sumber yang sama, kurang apa coba?
Kalau kedua mbakku itu banyak yang mengira mereka kembar, padahal nggak, banyak yang ga bisa bedain, jangankan orang lain, terkadang saudara sendiri aja banyak yang salah manggil, Indah dipanggil Elok, Elok dipanggil Indah, nah terlihat kan dari namanya aja sudah sejenis, Indah sama Elok, lah kok muncul yang ketiga namanya Lilik, Lilik bisa disamain dengan Elok atau Indah nggak ya?
Pernah malam2 aku jalan sama mbak E, jalanan di jember itu kalau malam suepi banget, dan tiba2 dari seberang jalan ada orang teriak2 manggil2 Indah, karena merasa bukan Indah, kita berdua nggak noleh dong, dan begitu orang itu bisa ngeliat dengan jelas dia langsung meralat panggilannya, oalah ternyata mbak’e Indah (kebtulan kedua mbakku itu satu SD sama SMP).
Mungkin kalau dari teman-temanku mereka jarang yang nanya, itu mbak kandungku atau bukan, mungkin karena mereka jarang ketemu sama mbak2ku, kebanyakan yang tanya itu teman2 dari mbakku, pertama kali ke kos mbakku di Malang (jaman2 SMP dulu), hampir semua penghuni kos menanyakan kebenaran, ni bener adiknya mbak E ta? Semuanya nanya, berlanjut waktu SMK di Malang, tiap akhir minggu kalau aku maen ke BCT pasti ada yang nanya ni bener sodara kandung apa bukan.
Dan nggak berakhir di Malang aja, pertama kali kos di Surabaya aku satu kos sama mbak I, terjadi hal yang sama, ada aja yang nanya di adik kandung apa ga? Tiap ada temen mbak I maen pasti nanya juga, sampe bosen jawabnya, dan yang terakhir kejadian minggu kemaren, mbak R juga menanyakan hal yang sama. Pemilik warung nasi sebelah kosku juga pernah nanya, tapi nanyanya bukan sama aku, tapi mbakku, beliaunya juga ga percaya kalau aku adik kandung mbak I, parah!!!!
Pernah waktu itu lagi kuliah bahasa Inggris, kita disuruh ambil kertas undian siapa tahu dapat motor ya (becanda), kita ambil kertas yang di dalamnya tertulis khayalan, misal apa yang akan kamu lakukan kalau kembali ke masa lalu, apa yang akan kamu rubah kalau diberikan kekuatan mengubah satu hal, kalau diijinkan diary siapa yang ingin dibaca (dan ada satu temanku yang pengen baca diarynya gus dur -> fans berat gus dur nih), dan masih banyak khayalan yang lain, satu persatu menjelaskan tentang khayalan itu dalam bahasa inggris, dan aku dapat kertas yang bertuliskan, kalau kamu diberi kesempatan operasi plastik bagian mana yang akan kamu operasi? Teman2ku udah mikir mo ngubah jadi artis ini lah, itu lah, kalau perlu kombinasi, idungnya mirip si A, mulutnya mirip si B, pipinya mirip si C, matanya mirip si D, pasti hasil akhirnya mirip alien. Aku mah dengan senyum kalem2 menjelaskan kalau aku pengen operasi wajahku biar mirip sama kedua saudaraku, saking keselnya sama pertanyaan2 tentang adik kandung itu, dosenku langsung nanya? Separah itukah ketidak miripan diantara kamu dan saudara2mu, ya gimana lagi,hampir semua orang yang bertemu kami bertiga bilang aku ga mirip sendiri, kan aku jadi merasa dianak tirikan ya? Tapi dosenku tanya, apa aku mirip ibuku atau ayahku?
Iya juga banyak orang bilang aku mirip ibuku, ibuku bilang rambutku sama dengan rambut ayah, dan keras kepalaku ayahku banget, jadi nggak usah sedih lah gapapa ga mirip sama saudara tapi mirip ibu sama ayah. Kata ibuku sih, mbak E itu mirip nenekku dari ayah, kalau mbak I itu fotokopi ayah, kalau aku mungkin fotokopi keduanya ya, jadi kalau ditarik garis persamaan ya agak2 susah dimirip2kan. Tapi apapun kata orang lain kita tetap sodara kandung.
Mei 30, 2008 pada 7:55 pm
Emange sing membedakan awakmu karo dulurmu opo????????
Juni 2, 2008 pada 7:32 am
z31nt: bedo wong
Juni 16, 2008 pada 5:10 am
Keluarga yang aneh
, jajal wong telu mulai mbak’e sampe adik’e dijejer trus poto bareng
kan bisa dicari 10 persamaan atau 10 perbedaanya
Juni 16, 2008 pada 6:48 am
Mbakmu produk 1…lumayan lah penilaian e
Mbakmu keloro produk 2…apik penilaian e
nah ketelu Bek ne awakmu produk unggulan Lik…:)
Juni 17, 2008 pada 12:25 pm
LuckyBee: wah poto2ne dulur2ku lak dipajang ngko iso dadi terkenal, opo maneh digawe kuis cari perbedaan dan persamaan, lah!!!
*ada sponsor yang mau berpartisipasi????, bekbeknya hadiahe lumayan ya??
Saud: produk unggulan? begh!! koyok barang2 sing diapajang nak outlete jember lakan? koyoto kerajinan tangan dan oleh2 khas jember, mosok dipadakno karo prol tape?!?!?!?!