My words in my world part 7

Aku percaya pada beningnya embun
Bahkan ketika ia menitik di perapian
Aku percaya kepadaMu
Bahkan ketika Engkau melukaiku
(colongan dari fotokopian depan kosan)

Bagaimana aku bisa membuatmu mengerti
Menatapmu saja aku tak berani
Apalagi membuka mulutku ini
Menyuarakan apa yang kurasakan di hati
(bagaimana caranya)

Kota kita sedang diguyur hujan
Meskipun kita tidak di kota yang sama
Kita hanya saling berkirim pesan
Selamat menikmati hujan
(masih ingatkah kau tentang kita dan hujan?)

Ada rasa jenuh di sana
Hingga aku ingin mendua
Melihat yang lainnya
Mencoba melupakannya
(mendua)

Rasa sesal itu masih ada
Setelah aku banyak bercerita
Rasa sesal itu akan terus ada
Entah sampai kapan
Aku sendiri tak bisa mengira-ngira
(masih ada)

Karena aku tak tahu kita sudah selesai
Jangan-jangan kita tak pernah memulai
Ternyata selama ini aku hanya berandai-andai
(bingung)

Warna senja di bis kota
Yang selalu mempesonaku
Dengan jingganya yang menyilaukan mata
Memaksaku melongok ke luar jendela
(kesan bagus di bis kota)

Senyummu sangat memikat
Tapi tak kunjung membuat kita dekat
(coffe bean show)

Karena cinta pada orang yang sama
Bukanlah sebuah kesalahan
Karena cinta pada orang yang sama
Adalah sebuah kebetulan
(ndak salah kok ^^)

Karena rasa….
Ketika berkata-kata
Dan ketika bersuara berbeda
Aku tak yakin bisa menyatukannya
(ndak yakin)

Aku mau kau membelikanya untukku
Hanya dua puluh ribu
Tentu tak seberapa menurutmu
Tapi pasti sangat berarti untukku
(belikan sumpit hitam itu)

Sampai kapan aku terus bertanya
Akan kemana kita?
Membawa serangkaian kata
(kemana euy??)

Aku tak bisa menyembunyikan
Senyum yang tersungging di bibirku pada ibu
Persis seperti setahun yang lalu
Ketika ibu menebak dengan benar
Bahwa ada cinta di hatiku
(ke gap ibu)

Karena aku selalu cemas menantikan balasan katamu
Bila cukup menyita waktu
Aku khawatir terjadi sesuatu padamu
Atau aku takut
Ada kata-kata yang menyinggung perasaanmu
(H2C)

Banyak hal yang ingin kuhentikan
Tapi tak tahu bagaimana cara menghentikannya
Banyak hal yang ingin kumulai
Tapi tak tahu bagaimana cara memulainya
(memulai sebuah akhir)

Aku masih belum bisa melupakanmu
Aku masih saja terus memikirkanmu
Aku masih berharap kau berpaling kepadaku
Aku masih menunggu kau tersenyum untukku
(masih saja)

Luna dan lintang meramaikan malam
Luna menyunggingkan senyuman
Lintang berkerlip dengan riang
Menemaniku menikmati kesendirian
(menjenguk langit)

Aku akan menjadi pendengar
Aku tak akan berkomentar
Kubiarkan semua ceritamu terlontar
Kubiarkan semua emosimu keluar
(jadi pendengar yang baik)

Di satu sisi aku ingin lebih mengenalmu
Di sisi lain aku takut mengenalmu lebih jauh
Bagaimana caraku mengungkapkan kepadamu
Aku masih tak tahu
(dua sisi)

Aku tahu perjuanganmu
Mencarikan selembar jilbab
Untuk orang yang kau sayang
Aku juga tahu kepedihanmu
Setelah kau dikhianati kemudian ditinggalkan
Oleh orang yang kau sayang
(yang sabar ya le!!)

Dan itulah kenapa aku jatuh hati pada kata-katamu
Karena mereka yang kaurangkai
Mampu sunggingkan senyuman di bibirku
(mesam mesem ^^)

Karena aku tahu
Jika aku sabar menunggu
Kau yang akan menghampiriku
(dapet id ymnya, uhuy!!)

Kita duduk saling berhadapan
Tak ada kata yang sanggup diungkapkan
Kita sesekali saling memandang
Dalam diam, kita mencari satu titik pengertian
(diam menyelesaikan masalah)

Hitam dan putih
Itulah warnamu
Kadang terlihat putih
Kadang terllihat hitam
Kadang terlihat cerah
Kadang terlihat buram
(belum benar2 memahamimu)

Tiba-tiba saja kau duduk di depanku
Hatiku tak keruan waktu itu
Kau tersenyum dan menanyakan kabarku
Belum sempat kujawab
Kau sudah sunggingkan senyum manismu
Membuat lidahku kelu
Tak sanggup jawab pertanyaanmu
(grogi ^-^)

Sepanjang malam hanya kulihat hitam
Tak tampak bintang ataupun bulan
Kita berdua menikmati malam
Sama-sama berkirim pesan
Selamat bercumbu dengan kelam
(selamat malam)

Yang mau reuni sama kata-kataku
Ini silakan dinikmati ^^
MWIMW part 1
MWIMW part 2
MWIMW part 3
MWIMW part 4
MWIMW part 5
MWIMW part 6

*genting-gentingnya ngerjakan proposal masih sempat nyampah juga, hahaha pantesan nilainya terjun dengan sempurna, payah!!!

5 Tanggapan ke “My words in my world part 7”

  1. hemph…banyak yg tak kuketahui. tapi semakin lama semakin terkuak status yg kau sembunyikan…wkwkwkk!!
    tapi aq sing eruh jelas siji, sing soal jilbab iku loh…wekekekk :p

  2. Nama saya wildan, 21 tahun, jujur saya takut masuk ke blog ini mbak, suasananya seremmmm…. hiii….. wkwkwkwkwk :D
    ti aku lagi kapene posting juga, judulnya “sepatu cinderbolong”, tak masukin kategori “usil” dan “art”, wkwkwk, tunggu ya… btw seng :

    Aku tahu perjuanganmu
    Mencarikan selembar jilbab
    Untuk orang yang kau sayang
    Aku juga tahu kepedihanmu
    Setelah kau dikhianati kemudian ditinggalkan
    Oleh orang yang kau sayang

    hiks… loro pol es! :D untunglah ada PNNI yang menampung aspirasi anggotanya :D

  3. Tumben suwi bgt balesine :D
    Stressy – Wawan’s wife :D

  4. yoan: tidak ada status yang disembunyikan yo… semuanya transparan -halah-

    wildan: ki tak bls komen kalian :D , karepmu pe posting opo, pokoke ojo mekso njaluk komen wkwkwkwk, kakean komen iso loro untu, nak dokter gigi ngko wkwkwkwk

    tentang jilbab… aku kan tau dodok jilbab -lah-

  5. @ristanait
    Gile lu :D

Tinggalkan Balasan