Emak ingin naik haji

Minggu malam (15 nov 2009) aku nonton film emak ingin naik haji
Jam 20.00 di delta, ternyata yang nonton sepi, ga seramai 2012, pas beli tiketnya, jam 7 kurang mungkin studio baru terisi sekitar 5 orang, tetapi begitu mendekati jam 8, lumayanlah mungkin yang nonton sekitar 20 orang

Sebelum film dimulai, biasanya kan ada trailer film lain yang diputar, hasut! Hasut! Trailer yang diputar benar-benar menjengkelkan, film-film horror semua, dan film horror buatan Indonesia, aaarrrrggghhhh!! Mbencekno, mana di kosku lagi rame2 gosip munculnya penampakan, huh!! pengennya mo nutup mata sama telinga, bisa sih ga ngeliat tapi tetep bisa mendengar, semoga ntar malem bisa tidur nyenyak, ga seperti sabtu malamnya, dan…. Hasilnya aku bisa tidur nyenyak sampe subuh tiba.. yey!yey!yey!

Selama menonton film, selalu nanya2 dalam hati, kurang berapa menit lagi? kurang berapa lama lagi filmnya, rasanya udah lama nontonnya, tapi akhir filmnya masih belum ketebak,dan pengenku cerita filmnya masih panjang lebar.Selain itu juga mendengar komentator di sebelah kananku, yang komentar inilah, itulah, yang bilang kenapa begini begitu, hahahaha *hap, nangkep balangan sandal*

Film ini bercerita tentang keinginan seorang ibu untuk pergi haji, usaha anak dan ibu untuk mewujudkan keinginan itu, diselingi dengan cerita orang lain tentang pergi haji, yang bolak-balik pergi haji ,sampe pergi haji karena menginginkan gelar saja *koyok kuliah wae*, perjuangan ibu anak itu penuh dengan lika-liku yang menguji keimanan dan kesabaran, hingga akhirnya perjuangan penuh kesabaran dan keikhlasan itu berbuah manis, akhirnya emak, bahkan dengan anaknya bisa pergi haji dengan cara yang tak pernah disangka

Sesuatu yang kudapat dalam film ini adalah keikhlasan dan ketabahan seorang ibu,menerima nasibnya, menghadapi hidupnya,melakukan apa saja untuk anaknya anaknya .Entah di scene apa, kelopak mataku sudah penuh dengan air mata, tapi kutahan, dan hilang mengering sendiri, tapi ketika adegan zein *wooo koncoku iki maem pilm ga crito2, eh zein yang itu mah udah pergi haji, ini zein anak emak*  menyesali keadaannya yang cacat, kemudian emak membesarkan hatinya, di situlah, air mataku tak terbendung, huhuhu jadi ingat ibuku, untung teman nontonku baik hati, bisa maklum kalo aku nangis seperti itu, eh ngomong2 nangis juga ga selama nonton?

Menurutku sih film ini bagus, tapi kenapa yang nonton sedikit ya? apa cuman anggapan pribadiku saja, secara disini hatiku “kena” makjlep makjlep, hahahaha

Kalo tentang pergi haji sendiri… dulu belum terlalu berkeinginan, beberapa kali ke tempat orang yang baru pulang dari tanah suci, mendengar cerita2 di sana, melihat foto2nya masih terasa biasa saja, tetapi setelah 2 minggu lalu menjenguk orang tua teman nontonku itu, di AHES sukolilo, jadi pengen naik haji, segera, di situ aku merasakan aura-aura kegembiraan yang meluap-luap dari calon jamah haji, haji adalah perjalanan yang istimewa, belum lagi semangat ayah ibu di rumah yang sangat bersemangat dalam menyiapkan perjalanan hajinya nanti, insyaAllah, semoga Allah melindungi keduanya dengan kasihNya, sehingga ayah ibuku bisa pergi haji. Dan disini muncul keinginanku, aku ingin pergi haji di usia muda, menabung untuk haji sejak usia muda, tentunya kerja dulu, kalo ga kerja darimana dapet uang untuk ditabung buat pergi haji :D

Kalo diajak nonton lagi, aku mau….*jadi ingat nonton laskar pelangi sampe 2 kali hehehe*, ato ntar aja beli DVDnya, diputer dirumah bareng ayah ibu

pengen punya satu lagu soundtrackny, kalo ga salah, sulis – merindumu :)

gambar diambil dari sini

4 Tanggapan ke “Emak ingin naik haji”

  1. hayo kencan hayo

Tinggalkan Balasan