cita-cita

“beruntunglah anak jaman sekarang, mereka memiliki satu lagi pilihan cita-cita, yakni menjadi standup comedian” –Ryan, salah satu peserta Standup Comedy Indonesia

Gara-gara nonton stand up comedy sabtu malam kemarin, dan terilhami oleh kata-kata si Ryan, jadi kepikiran…. bukan…. aku ga berminat menjadi standup comedian, aku jadi ngiat beberapa cita-cita yang pernah mampir di angan-anganku dulu

Seingatku dulu jaman sekolah, dari TK sampe SD pengen jadi guru, sepertinya jadi guru itu menyenangkan, bisa berbagi ilmu, secara waktu itu berasa masih cerdas-cerdasnya, hahaha, keinginan itu timbul tenggelam, kadang pengen kadang enggak, sampai sekarang pun masih pengen jadi guru, guru SMK ngajar di kejuruan komputer, mengenalkan ilmu-ilmu dasar, secara kalau perkembangannya yang begitu cepat itu aku kan udah gak ngikuti, hahaha guru karepe dewe, jadi dosen juga iya, apalagi di Jember di UNEJ ada jurusun sistem informasi, peluang bukan? Tapi karena ga ada pengalaman kerja (maunya dosen dengan latar belakang pengalaman bekerja di bidang komputer yang cukup lama), ga ada biaya untuk sekolah jadi dosen, ga ada usaha untuk mencapainya dan tentunya ga bakalan diijinin suami untuk tinggal lama di jember, ya sudah, impian jadi dosen di Jember itu dihapus saja. Keinginan jadi pengajar surut kala sadar kemampuan yang ga seberapa, ga ada pengalaman, dan masih saja ada ketakutan gimana kalau dikerjai murid-muridnya, hiyaaaaaa……..payah!

Pernah juga pengen jadi dancer, yap, penari professional, bisa nari apa saja, tradisional sampe modern, keinginan ini muncul di peralihan masa2 SD ke SMP, dimana waktu itu ngerasa badan lagi enteng2nya, bisa pencilakan kesana kemari tanpa suara, padahal waktu2 ini sudah pensiun dari dunia tari menari yang biasanya tampil mewakili SD. Keinginan ini kandas juga, gara-gara ga tau gimana cara menyalurkannya, kalau ditanya sekarang masih pengen? Ya iya…. Pengen ikut kelas tari, tari apa aja, teri perut bolah juga, buat nari-nari di depan suami kali ya….hahahahaha

Pengen jadi atlet, secara kemampuan olahragaku sangat menonjol diantara teman2 sekelas, aku dari dulu kalau olahraga ga pernah maen2, soalnya aku suka, dari sekedar pemanasan, senam seminggu sekali di sekolah, aku melakukan dengan sungguh2, suruh lari bisa, senam lantai salto kayang bisa, voli bisa mukul bola, basket bisa lah, renang bisa dikit, aku suka olahraga, berharap orangtua tau aku punya bakat besar di olahraga dan bisa ngembangin, tapi ternyata lagi-lagi ga tau cara menyalurkan bakat, ya wis lah…. Sudah berumur ini, kalau jadi atlet… kira-kira atlet apa ya….?

Memasuki dunia perkomputeran, jelaslah cita-citanya jadi programmer, tapi ga berlangsung lama, karena trauma, gak pede dengan kemampuan diri, ga pede mulainya dari mana, merasa diremehkan sama temen2, ha ha ha! Ga pede dengan IPK yang ketinggian, fyuh! Tapi jauh di lubuk hati, hasrat di bidang itu masih ada, tapi butuh pendamping yang ngajari satu persatu dengan sabar, apalagi liat temen2 seangkatan yang sudah jadi dewa… bisa kesana kemari dengan kemampuan mereka, iri dong…. Seharusnya aku juga bisa….seharusnya…tapi berhubung dalam diriku ga ngefek dengan kata seharusnya itu, terbengkalailah semua

Tambah dewasa, tambah ga jelas cita-citanya apa, sempat punya kemampuan berkata-kata yang mahadahsyat, wakakakaka, dulu jaman2 masih labil, sempat pengen jadi penulis, aku yakin dengan kemampuan berkata-kata yang seperti itu bisa menghasilkan, hah! Tapi semua buyar gara-gara mati kata, berasa kata-katanya sudah ga punya kekuatan, mutung wis, ga pernah berkata-kata lagi

Hm….lalu bercita-cita apa lagi ya ini….mau jadi apa aku ini….. 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.