kasih ibu

kasih ibu kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia

aku mengenal ibuku sebagai ibu rumah tangga biasa, melakukan pekerjaan rumah, dari nyapu, ngepel, nyuci, masak, semua-semuanya ditangani sendiri, sempat beberapa kali ada yang membantu, tapi tetap saja beliau langsung turun tangan dalam mengerjakan kegiatan rumah tangga itu. sesekali ikut kegiatan ibu2 paguyuban di tempat ayah bekerja, membuat keterampilan, pengajian, main musik, menyanyi2, menari, arisan ini itu.

aku mengenal ibu sebagai teman terbaikku, sejak kecil, dengan lingkungan rumah yang terpencil jauh dari perkampungan , ibu temanku satu2nya, dari diajak main apa saja sampe jadi teman bercerita, semuanya kuceritakan sama ibu, bahkan ketika harus tak tinggal serumah lagi dengan ibu, karena alasan pendidikan, aku tetap menceritakan semuanya kepada beliau, merekap semua cerita seminggu, kemudian menyampaikannya di akhir pecan, dengan menggebu-gebu dan penuh gelak tawa, sampai-sampai ibu penasaran dengan guru X yang sangat lucu sampe teman2 yang bertingkah aneh2

aku mengenal ibu sebagai sosok yang menyenangkan, menenangkan, membuat nyaman, berasa ada yang melindungi, mengayomi, dan itu masih tak tergantikan sampai sekarang, ketika aku sudah menikah .
merasa nyaman kalau seneng itu ada ibu, bisa berbagi kesenangan, menceritakan hal-hal yang lucu, berbagi rasa ketika jatuh cinta, membanggakan diri sendiri, ah menyenangkan
merasa nyaman kalau sakit ada ibu, bisa ngurus ini itu ga sendiri, pun ketika sakit hamil muda mendera, rasanya menyenangkan melewati masa2 itu ketika ada ibu.
paling nyaman kalau di rumah ada ibu, semuanya terurus terkendali, dari soal kebersihan sampe makanan, ga pusing2 mikirin gimana bersihinnya, ga usah mikir besok pagi sarapan apa, apapun yang disediakan ibu pasti enak rasanya.

Sekarang, bahkan bercita-cita jadi seorang seperti ibupun aku ga pernah, jadi ibu rumah tangga sepenuhnya, masak yang enak2, bersihin rumah, nyiapin ini itu, tapi nyatanya harus seperti itu, mungkin sifat keibuannya dari ibu sudah menurun, merasa ga enak kalau ga seperti yang kita mau, jadinya ngerjain semua kerjaan rumah seperti ibu, kalau bukan aku siapa lagi.

Jadi pengen tahu, dari sekian banyak wanita jaman sekarang, masih adakah yang bercita2 menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, yang setiap saat dibutuhkan anak2nya ada di rumah, yang setiap saat memberikan kenyamanan di rumah, dengan keadaan seperti sekarang, aku pikir sudah sedikit wanita yang berpikiran seperti itu, pun juga aku

Padahal aku merasa ada ibu di rumah itu sangat2 menyenangkan, tapi aku belum bisa menyenangkan untuk anak2ku, bukan sekarang, mungkin nanti, bukannya hidup itu harus terus belajar? Belajar menjadi seperti ibuku

Entah sampai kapan, aku hanya bisa menyusahkan ibu, ngrepoti ini itu, enaknya jadi anak ya seperti itu, semua2nya ibu, karena ibu menjamin kenyamanan, dan aku yakin ibuku akan berbuat banyak untukku, seperti sepenggal lirik di atas itu, hanya memberi tak harap kembali, karena bagaimanapun membalas jasa ibu kepada anaknya itu adalah tidak mungkin, tak kan terbalas meskipun kita memberikan semuanya, kasih sayangnya amatlah besar dan tak terbalaskan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.