Lanang punya adik dan mogok sekolah

(dikonsep sejak 2017)

Bagaimana cerita Lanang ketika punya adik?

Begini ceritanya

Setelah melahirkan Lanang, jujur saja kuakui aku trauma dan bilangnya sudah punya anak satu aja. Masa kehamilan yang mabuk berat dan masa pasca kelahiran yang luar biasa membuatku trauma untuk hamil lagi. Tapi ternyata bukan aku saja yang trauma, ternyata pak suami juga, dia masih teringat terus bagaimana proses kelahiran Lanang yang menurutnya wow sekali haha.

Tapi aku berfikir, ketika harus menunda lagi untuk hamil, keburu tua nanti hamilnya lebih beresiko, belum lagi butuh tenanga ekstra kalau punya bayi lagi, mengulang keribetan lagi setelah kehidupan kembali teratur seperti semula setelah Lanang sudah ga bayi lagi. Maka aku memutuskan ingin hamil lagi setelah Lanang berumur 3 tahun, jadi nanti selisih dengan adiknya 4 tahun, tapi ternyata pak suami belum mau, katanya masih trauma

Setelah Lanang berusia 4 tahun, pak suami baru ingin punya anak lagi, jadi diputuskan untuk hamil lagi. Ternyata tidak semudah itu, ketika ingin hamil, ga bisa langsung hamil, harus nunggu beberapa bulan baru bisa hamil, dan ternyata HPHTnya mirip2 sama hamilnya Lanang dulu, bulan februari dan kemungkinan Lahir di bulan November, dan ternyata memang dua anak ayah ibu ini memutuskan Lahir di bulan November

Bagaimana dengan Lanang?

Sebelum ibu hamil, ketika Lanang ditanya pengen punya adik? Jawabannya adalah tidak diikuti dengan marah2. Aduh! Gimana ini kalau Lanang bener2 ga mau punya adik, nanti kalau ga suka sama adiknya gimana? eh tapi yang memutuskan punya berapa anak orang tua bukan? Hehe

Dan ketika sudah ketahuan hamil, yang kulakukan adalah mengajak Lanang ke dokter SPOG. Aku bilang kita mau lihat adik, dan sejak itu Lanang antusias dengan adik yang ada di perut ibu. Ketika dibilangi ibu ga bisa gendong Lanang karena ada adik di perut ibu, maka Lanang hanya digendong ayah

Lanang selalu menemani ibu selama kehamilan. Ketika kontrol ke klinik depan kompleks lebih sering berdua sama Lanang karena dekat dan jadwal praktek dokternya yang sore, jadi ibu ga usah nunggu ayah pulang untuk pergi ke dokter. Pun ketika ibu mengalami masa2 berat ketika hamil, ketika ibu pusing sekali maka Lanang bisa apa2 sendiri, biasanya makan diambilin dan disuapin, kali ini dia ambil makan dan makan sendiri, ketika ibu belum minum obat Lanang yang cerewet nanya, ketika ibu muntah2 di kamar mandi  Lanang yang ketuk2 pintu nanya “ibu apain? Muntah lagi ya? “, bahkan ketika ibu harus opname karena dehidrasi Lanang ga rewel sama ikung, masyaAllah, mungkin Allah sudah mengatur sedemikian jalannya

Lanang suka pegang2 perut ibu waktu hamil, dipeluk, disayang, diajak omong, dipegang ketika adiknya bergerak2. Kebetulan adiknya suka cegukan menjelang tidur malam, jadi setiap malam selalu ada gerakan intens di perut ibu yang durasinya cukup lama, dan Lanang suka pegang2 perut ibu dimana gerakan itu terjadi

Ketika melahirkan, Alhamdulillah Lanang ga rewel juga, ibu berangkat ke klinik setelah mengantar Lanang sekolah, ketika pulang sekolah Lanang sudah ada temannya Mama sama Bayu, jadi mereka nunggu di rumah, ibu sama ayah di rumah sakit. Begitu Ning lahir baru ketemu lagi

Selama paska melahirkan, Lanang agak takut deket2 ibu, karena ibu pulang ke rumah bawa kateter dan ngerasa kesakitan sekali, berkali2 pengen ngapa2in sama ibu tapi harus nunggu, tunggu ibu sampai sembuh dulu, dan Lanang sabar menuggu

Bagaimana reaksi Lanang kepada adiknya? Ada rasa cemburukah?

Awalnya belum kerasa, karena masih ada uti, adik bisa dijaga uti dan ibu bisa sama Lanang. Reaksi tidak suka tidak langsung ditujukan ke adik, tapi semakin lama mulai tumbuh bibit-bibit cemburu

 Berulah bukan pada adiknya, tidak ada serangan langsung, malah kalo ditinggal berdua aja, Lanang itu ngemong banget sama adiknya. Jadi yang dilakukan Lanang adalah berebut perhatian ibuknya

Minta pangkulah, minta disuapin, minta dikucuk2, minta main sama ibu, pokoknya ga mau kalah lama nempel ibu sama kayak adiknya. Yang dilakuin ibu adalah, tarik nafas panjang dan nuruti apa yang dimau Lanang, meski dalam hati, ini anak sudah besar, sudah bisa apa2 sendiri kok malah mundur lagi kemandiriannya kayak gini, tapi demi kebaikan, demi kedamaian hati ibu dan Lanang, ya memang harus mundur lagi, harus lebih sabar lagi

Ceritanya 2 minggu setelah hari pertama sekolah, Lanang susah bangun pagi, pernah sehari bolos karena alasan ngantuk, dan hari lain ibu ngamuk2 bangunin Lanang. Karena merasa ada yang salah, maka ibu mencoba mencari apa penyebabnya. Langkah pertama adalah tanya Lanang, kenapa kalau pagi susah dibangunin, gimana caranya biar langsung bangun tanpa ibu marah2, diperoleh jawaban lanang masih ngantuk, dan minta dibangunin dengan cara digendong, seperti dulu zaman playgroup, kemudian mau diurusin semuanya sama ibu, dari mandi, pakai baju, sarapan sampai pakai sepatu, adik sama ayah dulu, oke bagian gendong bagian ayah ya. Kemudian ibu tanya ke guru sekolah, dan ternyata ga ada masalah sama sekolah atau teman sekelas, masalahnya memang ngantuk dan sering glesotan di kelas

Ibu mikirnya gara2 punya adik, ga suka sama adik, tapi ternyata masalahnya kurang tidur, jadi kurang tidur siang, karena ibu pikir latihan tanpa tidur siang karena sebentar lagi mau SD

Sejauh ini masih terbilang baik2 saja untuk Lanang, meskipun kadang sempat muncul celetukan, enakan yang dulu ibu waktu ning ga ada, dan ibupun bilang, ya udah ning dikasih ke mama aja jadi adiknya ayu, dan buru2 lanang menolak, jangan ibu ning kan lucu, hahaha

Lanang sudah bisa ngemong Ning, dijagain pas ibu mandi, atau bisa main berdua sama ning di kamar tanpa ayah dan ibu, bahkan pernah juga mandiin ning meski hasilnya sabun mandi dipake jadi sampo dan bilas kepala ning ga bersih jadi masih ada sisa sampo, tapi itu sudah sip lho Lanang

Semoga baik2 saja sampai ke depannya, semuanya harus berubah, tidak akan sama seperti yang dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: