sakit tapi tak berdarah

mungkin seperti itulah yang kurasakan ketika

tiba-tiba seseorang cerita kalau anak ketiga itu istilahnya medeking telu, yang artinya kurang lebih meteng lan ngopeni anak ketelu iku soro. Ya Allah, mbok ya ga usah diceritakan, aku kan anak ketiga, jadi sedih akutu. Aku ga minta dilahirin jadi anak ke tiga kok

tiba-tiba seorang yang lain cerita kalau biasanya anak ketiga itu ga diharapkan, kebanyakan karena kebobolan nambah2in beban biaya hidup aja. Nah sekali lagi, sedih akutu, aku kan anak ketiga, aku juga ga bermaksud nambah2in beban biaya hidup juga kok

gimana, sedih kan ya? sakit tapi tak berdarah

mungkin mau bilangin, jangan punya anak 3 , punya anak dua aja, tapi kan ga harus cerita seperti itu juga

trus ada juga yang pernah bilang, kalau adiknya nikah milih sama yang dekat aja, gara2 liat kakaknya kalau mudik lebaran ribet dan capek karena jarak yang jauh. Jodoh kan di tangan Tuhan, dapat jodoh dekat atau jauh kita ga akan tahu, tapi kok aku dengernya si kakak agak menyesal dapat jodoh orang jauh yang ngrepoti tiap mudik lebaran, padahal sama Allah sudah dikasih jatah rejeki buat bolak-balik mudik jauh

lagi sensitif juga kali kuping sama hatiku, jadinya sedih dan sakit hati denger yang seperti itu

Ada juga yang bilang ga suka sekali sama anak perempuan, sampe ga mau punya anak perempuan, meeennnn aku juga anak perempuan lho, situ yg ngomong juga perempuan, ibumu perempuan, saudaramu juga perempuan, aku punya anak perempuan, ga perlu lah ya sampe bilang ga suka sama anak perempuan, boleh ga suka, tapi jangan diutarakan diselatankan saja haha

kadang orang tanpa sadar sudah menyakiti orang lain, kebanyakan sih lewat omongan, maksudnya cerita biasa aja, tapi yang denger responnya beda, bisa bikin sakit hati, ya seperti aku ini dengan beberapa cerita di atas

aku juga mungkin pernah cerita2, tapi ternyata menyakiti hati orang lain juga

tapi dari ketiga cerita di atas, bisa kutarik satu kesamaan, mereka sih kurang nerima hidup aja, kurang menerima takdir yang sudah Allah berikan, atau bisa jadi mereka tidak bisa melihat dari sudut pandang yang lain

bagaimana denganku? ya sama aja lah pasti pernah lah ngerasain seperti itu, seandainya begini seandainya begitu, padahal itu kayak menolak takdir dari Allah gitu

teringat pas ikut pengajian ibu2, ada yg nyeletuk, sakjane iki mau ngene wae, langsung di sut sut sama umi Anam, sudah terlanjur bu, Allah maunya seperti itu, ndak usah di sakjane sakjaneno, mak jleb sodara sodara ndak pernah kepikiran seperti itu aku sebelumnya

mungkin penolakan-penolakan takdir, yg kebanyakan ga kita sadari itu bisa dikurangi dengan ga usah cerita yg aneh2, ndak usah cerita sorone duwe anak telu, ndak usah cerita sorone mudik adoh2an, ndak usah cerita, di bathin dewe wae, daripada yang denger macam kuping dan hati saya ngerasain sakit tapi tak berdarah

*tepuktangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: