Archive for the tulisanku Category

Melatih Lanang mandiri

Posted in tulisanku on Maret 2, 2018 by ristanait

(dikonsep sejak 2017)

Aku masih ingat dulu jaman TK dan SD sering menangis di rumah karena ada sesuatu di sekolah yang tidak aku tahu, aku tidak tahu apa yang dimaksud guru tapi tidak tanya atau lupa tanya, dan yang jadi sasaran adalah ibuku yang kusuruh untuk bertanya kepada guru, dan itu membuat ibu dan aku sama2 sebal hahahaha

Aku ingin itu tidak terjadi di Lanang, untuk urusan sekolah dan ngaji juga urusan lain yang berkenaan dengan lanang sendiri, aku berusaha untuk membuatnya mandiri, Lanang yang sekolah dan ngaji, apa2 yang berkenaan dengan sekolah dan ngaji Lanang harus tahu sendiri tanpa melibatkan ibu, kecuali ada pemberitahuan yang memang ditujukan untuk orang tua

Kemandirian ini dimulai ketika Lanang TK A, yang pertama urusan ngaji, sejak awal sudah menolak ditunggui ibu, karena ustadzah ngaji sudah kenal di sekolah, begitu ibu mendaftarkan Lanang, ibu langsung diusir dari masjid, sana ibu pulang aja, aku sudah sama ustadzah ulfi T__T.  Untuk urusan ngaji pun semuanya sendiri, Lanang bilang harus beli ini itu, maka ibu cuman kasih uang pas dalam amplop dan ditulisi uangnya untuk apa, beli buku, beli seragam, ikut kegiatan semuanya dilakukan sendiri, buka bersama makan sendiri, semuanya dilakukan sendiri tanpa ibu

Untuk sekolah, dari awal PG sudah sekolah sendiri, ga pernah ditunggui ibu, tapi masih dijemput ibu, jadi kalau ada apa2 di sekolah, ibu masih ikut2 menyelesaikan. Tapi sejak sebulan sebelum Ning lahir, ibu sudah jarang ke sekolah, Lanang dijemput bu Asep, jadi kalau ada apa2 di sekolah Lanang harus menyelesaikan sendiri

Suatu ketika, pulang sekolah dari jarak 5 rumah sudah terdengar suara Lanang teriak-teriak, sesampainya di rumah

“ibu, ibu harus ke sekolah sekarang, mama-mama yang lain beli foto outbond, ibu juga harus beli, beli fotoku, aku mau beli foto outbond sekarang”

“ya ga bisa sekarang, ibu sudah ga boleh naik motor ke sekolah”

“terus gimana fotoku?” mewek

“ya besok, lanang beli sendiri, ibu kasih uangnya”

“tapi harus sekarang, mama-mama yang lain belinya sekarang” nangis

“lho, yang dijemput bu asep, kan mamanya juga ga beli sekarang fotonya”

“tapi aku pengen sekarang”

Dan Lanang pun ngamuk2 sejadinya, nangis hampir setengah jam, setelah keadaan tenang, ibupun menjelaskan

“lanang, lanang itu hebat lho, sudah bisa beli apa2 di sekolah sendiri, besok beli foto sendiri di ustadzah, ibu bawain uang, lanang beli sendiri. Teman-teman yang lain masih dibeliin mamanya, lanang sudah bisa beli sendiri, oke? Ibu sudah sms ustadzah, fotonya lanang disimpan dulu, besok baru bisa diambil”

Dan lanang bisa menerima, besoknya ibupun memberi pujian lanang hebat sudah bisa beli foto sendiri

Dan masih ada kejadian lain, biasanya kalau lanang dijemput ibu, jajan sari dele ke mama zahra, berhubung dijemput bu asep, jadi ga bisa beli sari dele. Awalnya lanang minta aja ke mama zahra, atau dibayari sama ustadzah, sampe rumah ibu yang hubungi mama zahra lanang tadi jajan apa aja, besoknya lanang dibawain uang untuk dibayarkan ke mama zahra. Lama-lama harus dibiasakan bawa uang dulu baru boleh jajan, kalau ga bawa uang ga boleh jajan, alhamdulillah lama-lama lanang bisa jajan

Tidak hanya dalam hal beli dan bayar2 saja yang biasa lanang lakukan sendiri, kadang ada sesuatu yang lanang ingin tahu tentang sekolah atau ngaji, ketika tanya ke ibu, maka jawaban ibu adalah, loh yang sekolah/ngaji kan lanang, ya lanang harus tanya sendiri, dan biasanya ibu akan cek jawabannya ketika pulang ngaji/sekolah, ini juga untuk cek apakah lanang benar-benar bertanya pada ustad/ustadzahnya

Dan suatu ketika ustadzahnya cerita. Di tempat ngaji itu pengajarnya ada yang sepasang suami istri, namanya bu ulfi dan pak muhammad, ceritanya beberapa hari pak muhammad tidak mengajar ngaji, lanang tanya ke ibu, kenapa pak muhammad ga ngajar ngaji? Dan ibu menjawab dengan, coba tanya ke pak muhammad nanti kalau sudah ngajar ngaji lagi. Dan suatu hari bu ulfi cerita ke ibu, kalau pak muhammad bilang lanang tanya kenapa pak muhammad ga ngajar ngaji lama. Hahaha ternyata beneran ditanyain sama Lanang

Jadi mulai kecil, ibu sudah berusaha untuk melatih kemandirian lanang, apa yang lanang mau dia harus lakukan sendiri. Mau minta ini itu bilang, sendiri, mau tahu ini itu silakan tanya sendiri. Kadang ketika pengen jajan maka harus berani beli sendiri, ketika makan dan ingin minta tambahan maka silakan minta sendiri, kalau lanang mau silakan lakukan sendiri. Jangan seperti ibu yang sedikit2 tamengnya uti, alias ibunya ibu 😛

Catatan di 2018, ternyata lanang belum semandiri itu kalau di rumah, semua2nya masih ibu, mandiin, suapin makan, pake baju, ambil baju, mau pipis, mau pupup, pokoknya semua mau dibantu ibu, dan tiba-tiba bisa ngelakuin semua sendiri kalau tau ibunya sedang sakit atau lagi marah-marah hhhfffffttttthhhhhh