iri

Posted in Tidak Dikategorikan on Maret 21, 2019 by ristanait

Kata orang iri itu tanda tak mampu

kataku iri itu tanda tak mampu bersyukur

iri itu akibat dari membanding2kan, trus hasilnya kita ndak lebih dari mereka, kebanyakan membandingkannya satu hal saja, tidak membandingkan yang lainnya juga

akhir-akhir ini aku merasakan iri yang pol-polan, rasanya ndak pernah merasakan iri sampe sebesar ini, duh rasanya pengen ngucek2 hati biar bersih dari iri

rasanya ndak enak, benar rasanya kalau iri itu salah satu penyakit hati, rasanya ada borok di dada setiap rasa iri itu muncul.

Iri itu juga bikin gelap mata, kebanyakan iri itu membandingkan satu hal saja kan, semakin jauh bedanya, rasa irinya semakin besar, dan mata kita tertutup untuk membandingkan hal lain, yang sebenarnya kita punya peluang menang di lain hal ini

pergulatan batin benar2 aku rasakan, jeleknya kalau sudah iri kita maunya berdoa yang jelek2 buat saingan kita itu, duh itu rasanya ndak enak. karena bawaan, biasanya kalau aku kepikiran aneh2 bakal kejadian, bolak balik istighfar pun ga mampu meredakan

kemudian suatu ketika aku sadar, oh iri itu ternyata kita terlalu melihat ke sana, ke saingan kita, bukan ke sini ke diri kita sendiri yang sudah dikasih Allah banyak nikmat rejeki, jadi mulai sadar kalau iri itu akibat dari kurang bersyukur

istighfar sudah berkali-kali

hamdallah sudah berkali-kali

masih saja ada iri di hati

pun, kulo mboten semerap kudu yaknopo malih ya Allah, pun terserah Njenengan sing nggadah kulo, kulo mboten saged ngresiki iri sing wonten teng ati kulo, menawi Njenengan ngresaaken kulo nggadah roso iri niki, nggih pun kulo nerimo, pun cuman Njenengan sing saged ngilangaken iri niki, kulo mung saged istighfar kaliyan hamdallah

mpun, kulo ikhlas menawi kulo kudu iri, nggih pun, mboten nopo-nopo