dua puluh dua satu

2021 menjadi tahun yang sulit diingat dengan cepat, ketika harus membaca tanggal, kebanyakan di label makanan, beberapa kali harus meyakinkan diri, ini 2020 atau 2021, karena keadaan di 2 tahun ini masih sama saja. Masih sama di rumah saja sepanjang tahun, masih sama saja tidak bebas berkeliaran ke mana-mana tanpa tali masker nyantol di telinga, ya dunia masih bergelut melawan atau hidup bersama virus corona

terasa bedanya adalah keadaan dari diri kita, mulai bisa menerima bahkan sudah mulai terbiasa, terbiasa dengan keadaan kruntelan di rumah saja sepanjang waktu, kalau pak suami bilang, ternyata bisa lho tanpa pergi ke mall sepanjang tahun, ternyata kita bisa karena dipaksa tidak ke mana-mana. bahkan kalau dariku sendiri, karena terbiasa dengan keadaan seperti ini, muncul kekhawatiran untuk memulai kembali kehidupan normal seperti masa sebelum pandemi, gimana pak suami nanti kalau harus ngantor setiap hari, gimana anak2 kalau harus sekolah setiap hari, gimana kalau harus begini begini begini, tapi balik lagi, kita cuma manusia yang mampunya cuma menerima dan menjalani, berdoa saja minta yang terbaik dan jalani semua dengan banyak2 bersyukur

2021 tidak sepenuhnya berdiam diri di rumah, sudah beberapa kali pergi2, sisa perjalanan akhir 2020 sampe awal 2021 di jatim, meski ke mana2nya hanya keliling2 tanpa turun dari mobil, balik ke jakarta juga sempat jalan2 ke kota ke gunung, kemudian dijeda karena muncul virus varian delta

tengah tahun kedua adalah masa terberat, keadaan memburuk, semakin banyak menerima berita duka, bahkan beberapa ada yang memberikan firasat tanpa mengijinkanku menutup mata, rasanya sesak, tapi sekali lagi hanya bisa menerima

harapan muncul setelah kegaduhan reda, sudah bisa vaksin, dan Alhamdulillah dikasih Allah mudah akses vaksinnya, begitu melihat mulai aman, kami memulai lagi perjalanan ke jatim, sudah mulai berani jalan2 dan turun dari mobil, sudah mulai kembali normal lah hidupnya, tentu dengan masih setia memakai masker dan membawa hand sanitizer ke mana2, kembali ke jakarta karena sekolah, ngantor sudah bisa mulai pelan2 bertatap muka langsung

satu hal membuatku senang di tahun ini adalah, aku mulai tetarik pada satu hal, meski sepele tapi mungkin ini menjadi titik dimana aku akan memulai sesuatu untuk diriku sendiri, setelah 10 tahun rasanya hidup untuk anak2 yang belum sepenuhnya mandiri, semakin ke sini semakin merasa mengurus anak akan semakin mudah karena ketergantungan mereka padaku akan berkurang karena bertambahnya kemandirian mereka, dan aku akan mencari sesuatu yang menarik untuk diriku sendiri

BTS, menggambar, merajut, adalah beberapa hal yg menarik perhatianku di tahun ini, dan ini akan menjadi bekalku untuk mencapai keinginanku yang lebih besar, yang mungkin tahun ini masih belum bisa kumulai, mungkin butuh beberapa tahun ke depan, tapi setidaknya aku sudah memulai

mungkin aku belum bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bernilai besar, tapi setidaknya aku sudah memulai, di 2022 masih ada harapan, masih akan selalu ada harapan, harapan yang baik2, harapan untuk mencapai keinginan yang harus mengalah sepuluh tahun ke belakang

semoga di 2022 sudah punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri, berbuat banyak hal untuk diri sendiri, semoga tetap sehat, tetap waras dan tetap semangat 💪💪

*harapan untuk diri sendiri: jaga tubuh, olahraga, atur makan,pake skincare 🤪🤪, ada waktu untuk belajar dan berkarya, minta waktu sendirian, lebih banyak menulis, lebih banyak membaca

ah ya dan semoga, bisa lebih baik dalam berkomunikasi ke pak suami dan anak2, yuk bisa yuk jadi orangtua yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: